SUWARTHA MADE

SUWARTHA MADE
Penen lele

Selasa, 10 Mei 2011

Back to the basic with J.T. Leroy and Asia Argento

"The Heart is deceitful above all things"

For me, the movie is perfect from the beginning to the end of the second Jeremiah's preach in the streets. After such an amazing performance as a child-priest, I was thinking that the second kid will be offered as an extraordinary role as the first one. But this was his only "big" performance, his role wasn't as developped as the first boy, as if there was some "fatigue" in the script.

The new Jeremiah doesn't carry a new rythmn, a new registre. Watching this third part of the movie, I am slowly missing something in the second part: the days of the first Jeremiah in the grand father's house weren't developped enough to create a surprise when the mother is back with a truck driver. Then, again, you have this crazy life you already know, until the end.

About the roles: the first little boy is incredible, Asia is also perfect as Sarah, Fonda and Muti are not. They don't exist in real as Sarah does, they sound like cliches, they have no thickness, they are rather drafts than characters. Manson is great playing what we call here a "beauf", I only regret that he doesn't have more time. The soundtrack, especially the Marco piano pieces, are beautiful. Marco should write a piano album, like the Sakamoto's BTTB.

Le film dans son ensemble m'a paru vraiment bon, bien meilleur que "Scarlet Diva".

"The Heart is Deceitful above all things" makes me think of "Wanda" by Barbara Loden, the best road movie I have ever seen. The parcours of the two women (Sarah/Wanda) is similar. Kids fighting against misery have been remarkably filmed recently, by the young french actress Isild Le Besco, in "Demi-Tarif".

Penebaran Benih Lele di Pokdakan Boga Segara




Senin, 09 Mei 2011

Panen Lele di Pokdakan Boga Segara Abiansemal

Gapai 353 dengan Statistik Berkualitas


Berbicara statistik, tentu berbicara tentang angka. Namun statistik sendiri tidak hanya berbicara tentang angka. Statistik memiliki makna yang sangat dalam. Statistik diperlukan dalam proses perencanaan, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi pembangunan. Data statistik merupakan unsur penting dalam manajemen modern dan sebagai indikator keberhasilan pembangunan.

Menteri Kelautan dan Perikanan telah mencanangkan Visi Pembangunan Perikanan Indonesia, yaitu Indonesia akan menjadi negara produsen ikan terbesar di dunia pada tahun 2015 dengan target kenaikan produksi perikanan budidaya sebesar 353 % dan dengan total produksi mencapai 16,9 juta ton pada tahun 2014. Target tersebut memang sangat fantastis dan banyak pihak mengkhawatirkan akan sulit tercapai.

Melihat perkembangan data statistik selama 3 tahun terakhir, Ditjen Perikanan Budidaya yakin kalau target tersebut bisa terlampaui. Selama periode 2008 - 2010 peningkatan produksi mencapai 19,2 % per tahun dari 3,86 juta ton pada tahun 2008 menjadi 5,48 juta ton sementara pada tahun 2010 dan telah menunjukkan angka di atas angka target produksi sebesar 5,3 juta ton pada tahun 2010. Inilah salah satu guna data statistik sebagai indikator keberhasilan pembangunan.

Dalam pembukaan validasi dan finalisasi data statistic perikanan budidaya Dirjen Perikanan Budidaya, Dr. Ketut Sugama mengatakan bahwa target peningkatan produksi perikanan budidaya tersebut dapat dicapai tidak hanya melalui program-program yang telah dicanangkan namun perlu pula didukung dengan data statistic yang berkualitas.

Data statistic yang tidak akurat atau tidak sesuai dengan keadaan real di lapangan akan mengakibatkan data yang tersaji menjadi under-estimate atau over-estimate. Selain itu, data statistic yang dikumpulkan juga harus cepat agar dalam penyajiannya up to date sehingga data dapat digunakan dalam pengambilan kebijakan.

Dikatakan oleh Direktur Produksi, Ir. Iskandar Ismanadji bahwa kenaikan produksi perikanan budidaya yang tinggi tentu membuat senang namun perlu diperhatikan apakah data tersebut sesuai dengan keadaan di lapangan. Oleh karenanya pada kesempatan tersebut Direktur Produksi juga berpesan kepada para petugas statistic perikanan budidaya untuk selalu cermat melihat gejolak data yang telah dikumpulkan dan perlu pula dilakukan evaluasi ke lapangan untuk mengetahui kebenaran data yang sudah dikompilasi.

Menurut Drs. Nyoto Widodo, ME selaku Direktur Statistik Peternakan, Perikanan, dan Kehutanan (SP2K), BPS yang hadir sebagai narasumber dalam kegiatan yang dilaksanakan 11 – 14 April 2011 di Papua, menambahkan bahwa data yang berkualitas harus memenuhi tiga syarat pokok, yaitu :

Akurat

Data yang akurat adalah data yang sesuai dengan keadaan di lapangan
Tepat waktu (up-to-date)

Data yang dikumpulkan tidak ketinggalan jaman dan masih dapat digunakan untuk menentukan perencanaan ke depan. Penyajian data yang baik minimal minus satu tahun dari tahun berjalan.
Relevan

Data yang relevan adalah datan yang dikumpulkan dan disajikan sesuai dengan kebutuhan sehingga tidak semua data disajikan.

Dikatakan pula oleh Drs. Nyoto Widodo, ME bahwa untuk mendapatkan data yang berkualitas perlu diperhatikan:

Metodologi dan Konsep definisi
Sarana dan prasarana
Kelembagaan yang menangani statistik
Kualitas SDM

Tujuan akhir kegiatan pengumpulan data adalah diperolehnya data yang akurat. Tetapi data akurat saja tidak cukup, data juga harus uptodate dan relevan (pembahasan ini biasanya triwulan III, jadi sudah mengarah ke uptodate) sehingga perlu dilakukan proses validasi data yang dimulai sejak perencanaan sampai validasi data akhir. Demikian dikatakan oleh Direktur SP2K BPS menutup materinya.

MENGENAL OVAPRIM

Di sebagian besar masyarakat belum mengetahui akan keguanaan dari hormon ovaprim dan hipofisa. Masyarakat menengah kebawah, umumnya sering menggunakan pemijahan secara alami dan menunggu waktu atau musim ikan memijah. Sebetulnya, dengan menggunakan rangsangan hormon dalam tubuh ikan, pemijahan dapat dilakukan kapan saja asalakan gonad dalam tubuh ikan sudah mengalami pematangan. Tapi dalam penggunaan kedua hormon tersebut ada perbedaan pengaruh terhadap telur yang dihasilkan.

a. Istilah Ovaprim
Ovaprim adalah merek dagang bagi hormon analog yang mengandung 20µg analog salmon gonadotropin releasing hormon (s GnRH) LHRH dan 10µg domperidone sejenis anti dopamin, per milliliter (Nandeesha et al, 1990). Ovraprim biasanya dibuat dari campuran ekstra kelenjar hipofisa dan hormon mamalia.

Ovaprim digunakan sebagai agen perangsang bagi ikan untuk memijah, kandungan sGnRHa akan menstimulus pituatari untuk mensekresikan GtH I dan GtH II. Sedangkan anti dopamin menghambat hipotalamus dalam mensekresi dopamin yang memerintahkan pituatari menghentikan sekresi GtH I dan GtH II.
b. Kegunaan Ovaprim
Kegunaan Ovaprim antara lain :
Ø menekan musim pemijahan
Ø mengatur kematangan gonad selama musim pemijahan normal
Ø merangsang produksi sperma pada jantan untuk periode waktu yang lama dan volume yang lebih banyak.
Ø Merangsang pematangan gonad sebelum musim pemijahan
Ø Memaksimalkan potensi reproduksi
Ø Mempertahankan materi genetic pada beberapa ikan yang terancam punah
Ø Mempersingkat periode pemijahan.

d. Dosis
Dosis ovaprim yang diberikan memengaruhi waktu memijah dari ikan yang bersangkutan. Sebagai perbandingan, di bawah ini terdapat data hasil penelitian ZUDIN ASSUBUKI (9793001), Dept. of Animal Husbandry mengenai waktu latensi pemijahan yang tercepat sampai terlama adalah sebagai berikut:
Dosis 0,3 kl/kg/bw (507 menit; 8.27 jam), diikuti dengan dosis 0,4 ml/kg/bw (573 menit; 9.33 jam), 0,2 ml/kg/bw (576 menit; 9.36 jam), dosis 0,5 ml/kg/bw (607 menit; 10.17 jam), dan dosis 0,1 ml/kg/bw (691 menit; 11.31 jam), sedangkan kontrol tidak mengalami ovulasi.

Penggunaan hormon ovaprim dengan dosis yang berbeda terhadap waktu latensi pemijahan ikan lele dumbo (Clarias gariepinus) adalah sebagai berikut: waktu latensi pemijahan pada dosis 0,3 ml/kg/bw, hatching rate (HR) pada dosis 0,4 ml/kg/bw dan survival rate (SR) pada dosis 0,3 ml/kg/bw. Berdasarkan penelitian ini dapat disarankan penggunaan hormon ovaprim yang optimum untuk pemijahan ikan lele dumbo adalah 0,3 ml/kg/bw.